………….(chie nagasima)…………..
..that tomorrow comes to us, all is a miracle…simply knowing that fills every day with joy…
(chie nagasima)
Besok adalah hari yang sudah pasti sangat sibuk bagiku. Di stase bedah sub bagian ortophedi adalah bagian tersibuk dari 8 sub bagian bedah yang ada. Tentu saja pastinya besok hari-hari sibuk itu telah dimulai tepatnya tanggal 5 september 2011. Harusnya aku menyibukkan diri dengan belajar atau malah istirahat untuk menjelang hari esok tersebut. Tapi mungkin itu bukan jadi jawaban yang membuat hati ku tenang utk menjalani 7 hari di sub bagian orthopedi. Buka-buka laptop eh nemu film jepang yang judulnya “april bride”, rada bingung kapan saya masukin ini film yaah??? Tapi tak heran, emang saya doyan masuki film dan lupa menontonnya. Alhasil nontonlah saya…
Inilah kisahnya…..
Menceritakan seorang wanita yang bertemu lelaki tampan, pintar dan juga baik hati. Lelaki ini bernama taro dan wanita nya bernama chie nagasima. Sepanjang film ini selain alur ceritanya yang bagus saya juga sangat suka dengan musik pengiring yang ada difilm ini, romantis. Karena saya orangnya romantis jadi suka lah saya dengan segala hal yang berbau romantis (hueeeks). Chie dan taro bertemu dalam sebuah presentasi bisnis yang tak terduga, chie mempresentasikan draft nya di depan taro, yang seharusnya chie lakukan di ruang sebelah dari ruang taro walaupun masih dalam satu gedung yang sama. Alhasil mereka pun saling berkenalan karena kesalahan yang tak diduga ini. Taro meminta chie untuk mau menerimanya dan serius menjalani hubungan mereka. Mereka melalui hari bersama, hari-hari yang penuh dengan kebahagiaan. Mereka bermain lempar-lemparan bola ditaman, lomba bersepeda bareng disaat malam hari dan mengunjungi ayah chie di kampung ,sampai akhirnya taro melihat rambut chie rontok begitu banyak,,dan taro pun bertanya “apa yang terjadi dengan mu, chie?”..chie menjawab dengan suara yang lemah “saya mempunyai kanker payudara dan baru saja selesai menjalani kemoterapi hingga efek terapi tersebut maka rambut saya rontok, dengan itu karena kamu telah tahu segalanya maka kita akhiri saja hubungan kita sampai disini”…
Chie berlari dan pergi dari taro sambil menangis namun taro mengejarnya dan menyatakan:
“aku mencintai mu”…so sweet nyaaa (gedubrak). Akhir cerita, taro melamar chie yang sudah mengalami kanker payudara stadium akhir, taro menghadiahkan sebuah cincin pernikahan yang pernah chie inginkan saat mereka dulu masih teman biasa. Chie sangat terharu dan wafat dalam keadaaan meninggalkan banyak memori indah buat taro.
Dari kisah diatas jadi teringat kasus pasien yang pernah saya tangani. Ibu ini sebutlah namanya bunga, terdiagnosa kanker payudara. Yang parahnya, dipayudara bunga yang telah membusuk ini ditemukan banyak sekali belatung. Dari hasil hitungan saya, kira-kira ada lebih dari 300 buah belatung telah berhasil diambil, dengan ribuan anak belatung masih sehat walafiat di dalam payudaranya disertai telur-telur belatung. Subhanallah, pengalaman yang sungguh menarik yang membuat saya layak untuk sangat bersyukur.
Bila kita menlik dari dua hal diatas, yaitu kasus pasien saya dan cerita film jepang diatas, pastinya kita ingin tahu bagaimana mereka dengan orang sekitar mereka. Apakah masih dapat diterima layaknya orang normal? Apakah orang terdekat dari mereka masih mau menerima mereka misalnya saja anak-anak dan suami? Tak banyak suami yang meninggalkan mereka semena-mena ketika mereka terdiagnosa penyakit ini. Di sinilah sebuah “kata cinta” itu di uji. Apakah kita bersama-sama pasangan kita karena kecantikannya atau hal-hal duniawi lainnya ataukah karena Allah semata. Ini semua terjawab dari pilihan kita ketika kita berjodoh atau mendapat ujian memiliki pasangan yang punya penyakit seprti tokoh diatas.
———————————————————————————————————————————
About this entry
You’re currently reading “………….(chie nagasima)…………..,” an entry on Jihadajadeh's Blog
- Telah Diterbitkan:
- September 12, 2011 / 11:15 am
- Kategori:
- Cerpen
- Kaitkata:
No comments yet
Langsung ke formulir komentar | comment rss [?] | trackback uri [?]